S1 Keperawatan & Profesi Ners

Visi 2035

“Menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Ners yang menghasilkan lulusan unggul dalam keperawatan kegawatdaruratan dan kebencanaan, berdaya saing, serta memiliki sikap humanis pada tahun 2035.”

🎯 Misi Program Studi

  • Menyelenggarakan pendidikan keperawatan yang unggul di bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan, berorientasi pada kebutuhan lokal, nasional, dan global.
  • Mengembangkan penelitian keperawatan yang inovatif, khususnya di bidang kegawatdaruratan, manajemen bencana, dan kesehatan masyarakat, untuk menunjang peningkatan kualitas pelayanan.
  • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan dan pelayanan keperawatan kegawatdaruratan dan bencana yang responsif, humanis, dan berbasis kearifan lokal.
  • Membangun jejaring kerjasama dengan institusi pendidikan, layanan kesehatan, organisasi profesi, dan lembaga internasional untuk meningkatkan daya saing global lulusan.
  • Menanamkan nilai-nilai caring, profesionalisme, integritas, dan resiliensi dalam penanganan kegawatdaruratan dan bencana di seluruh proses tridharma.

📈 Tujuan Program Studi

  • Menghasilkan Ners yang kompeten, profesional, dan memiliki keunggulan penguasaan klinis dalam manajemen keperawatan gawat darurat dan kebencanaan.
  • Menghasilkan karya ilmiah dan riset terapan di bidang kegawatdaruratan, kebencanaan, dan kesehatan masyarakat yang dipublikasikan dan berdampak pada praktik keperawatan.
  • Terselenggaranya program pengabdian masyarakat yang solutif, berfokus pada mitigasi bencana, kesiapsiagaan, dan kegawatdaruratan dengan pendekatan humanis.
  • Terbentuknya kemitraan strategis dengan institusi kesehatan, BNPB/BPBD, dan lembaga internasional guna mendukung penyerapan kerja dan daya saing global.
  • Membentuk profil lulusan Ners yang tangguh, memiliki kemampuan komunikasi efektif, serta menjunjung tinggi etika caring dalam setiap situasi krisis.

Strategi Pencapaian Visi dan Misi

Penguatan Kurikulum (Unggul): Mengintegrasikan dan memperbesar proporsi SKS untuk mata kuliah Kegawatdaruratan dan Manajemen Bencana dalam kurikulum S1 maupun tahap Profesi.
Sertifikasi Wajib (Daya Saing): Mewajibkan mahasiswa mengikuti sertifikasi kompetensi BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) sebelum memasuki tahap profesi.
Pembentukan Karakter (Humanis): Menerapkan mata kuliah spesifik Pendidikan Karakter, Komunikasi Terapeutik, dan Etika Keperawatan sebagai ciri khas prodi.
Simulasi Berkala: Menyelenggarakan pelatihan Disaster Drill (simulasi tanggap bencana) dan OSCE terintegrasi secara rutin untuk mengasah respon cepat mahasiswa.
Kompetensi Global: Menguatkan penguasaan Bahasa Inggris keperawatan (Nursing English) melalui kurikulum dan program persiapan tes (TOEFL/IELTS).
Riset Kolaboratif: Mendorong hibah penelitian dosen dan mahasiswa yang secara spesifik meneliti inovasi asuhan keperawatan krisis dan mitigasi bencana.
Desa Tanggap Bencana: Membangun daerah binaan sebagai laboratorium pengabdian masyarakat, mengedukasi warga terkait kesiapsiagaan bencana dan BHD.
Perluasan Jejaring: Membangun MoU dengan RS Rujukan Nasional, Basarnas, BNPB, dan universitas di luar negeri untuk praktik lapangan dan pertukaran pengetahuan.
Penanaman Caring: Mengintegrasikan nilai-nilai caring dan resiliensi psikologis dalam setiap stase praktik klinik profesi Ners.

Karakteristik & Keunggulan Ners

🚨 Ahli Kegawatdaruratan & Bencana

Menguasai triase, resusitasi, dan manajemen krisis berkat SKS khusus dan sertifikasi BTCLS yang menjadi syarat mutlak lulusan.

🌐 Berdaya Saing Global

Dibekali dengan kemampuan Bahasa Inggris medis, adaptasi teknologi kesehatan, dan kompetensi yang diakui standar internasional.

🤝 Humanis & Caring

Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, berkat kurikulum pendidikan karakter dan komunikasi terapeutik yang diimplementasikan secara nyata.

🛡️ Tanggap & Resilien

Terlatih melalui simulasi Disaster Drill yang ketat, menciptakan perawat yang tenang dan taktis di bawah tekanan situasi bencana.

🏥 Profesional Integritas

Lulusan Pendidikan Profesi Ners yang menjunjung tinggi etika keperawatan, siap ditempatkan di IGD, ICU, pra-rumah sakit, maupun kawasan rawan bencana.